• Feed RSS
1

Renungan Harian: Krisis dan Pendekar

Salam pendekar dan salam kesatria!

Hari Sabtu yang lalu tepatnya tanggal 24 Mei ada suatu yang janggal di area perumahan saya di Grenvil, Jakarta Barat. Sabtu yang identik dengan jalan yang ramai dan asap kendaraan yang sering membuat saya kesal karena polusi dan sering mengurungkan niat saya untuk berlatih di pelataran luar rumah tiba-tiba hilang.

Kejanggalan ini mengingatkan saya terhadap film-film Zombie seperti 28 weeks later dimana kota London berubah menjadi kota mati karena serbuan kawanan Zombie... sepinya jalanan di perumahan saya pada hari itu tentu bukanlah karena serbuan Zombie namun setelah berjalan mengelilingi perumahan sambil bertanya-tanya jawaban yang saya temukan menjelaskan raibnya asap knalpot, deretan mobil dan keramaian pada hari itu.

Entah karena kepanikan massal akibat naiknya harga BBM dengan segala implikasi sosialnya, entah siapakah provokatornya, entah siapakah pihak pengecut yang memanfaatkan rasa takut masyarakat dengan menyebarkan berita ”iseng”, namun berita iseng ini kurang lebih berbunyi: ”Hati-hati! Naiknya BBM memicu demo dimana-mana, Jakarta Siaga 1 dan ada beberapa oknum yang disinyalir ingin mengulang kerusuhan Mei 2008”

Masyarakat di sekitar perumahan saya yang memang mayoritas komunitas Tiong-Hoa tidak mau mengambil resiko, trauma peristiwa Mei 2008 tentu belum terhapus. Dan tidak satu pun instansi di pemerintah yang bisa menjamin bahwa perumahan ini dan segenap warga yang tinggal di dalamnya bebas dari perilaku destruktif amukan massa yang ”brutal, irasional, paranoid, xenophobic dan sakit” saat terjadi kerusuhan.

Saya pun berpikir, berharap dan berdoa bahwa skenario tersebut tidak terulang kembali dan tentunya mempersiapkan diri secara mental, fisik dan teknis sambil membereskan dan membersihkan aneka ”koleksi mainan” saya yang telah saya kumpulkan dari berbagai penjuru dunia dari kukri, toya, ninja-to, cold steel knives, taser guns, handgun etc. dan memohon kepada Yang Maha Kuasa bahwa rangkaian benda baja dan besi yang ada di hadapan saya seterusnya akan menjadi koleksi saja dan tidak harus keluar dari sarungnya karena alasan apapun.


Sudah bukan rahasia umum bahwa dunia sedang dalam krisis yang sedang menyebabkan pergolakan sosial. Indonesia pun tidak luput dari social unrest ini, yang kemudian menjadi renungan harian saya adalah: Where will you stand?

Sebut saja saya seorang seniman bela diri yang idealis atau roman picisan; namun prinsip saya adalah sebagai pribadi berjiwa kesatria dimanapun, kapanpun dan dalam bentuk apapun jika saya bisa berkontribusi secara positif bagi masyarakat di situlah penyempurnaan makna seniman dan latihan bela diri bagi saya…

Mungkin inilah yang inti cerita dari renungan harian saya. Karena sebagai seniman bela diri tidaklah lengkap bila seorang seniman bela diri bisa menghiraukan the warrior code; the combative spirit and the will to protect those in mortal or destruction peril from violent individuals/ groups. Saya tidak menyarankan untuk angkat senjata dan melawan setiap kebatilan dengan kekerasan namun yang saya usulkan adalah mengingat kembali bahwa setiap individu di forum ini mempunyai suatu skill atau knowledge diatas rata-rata orang awam yang tentu suatu saat mungkin akan membutuhkan uluran tangan anda untuk perlindungannya di saat krisis. Jadi saudara-saudaraku, semangatlah dalam berlatih karena dalam kondisi negara kita yang sedang krisis tugas “mengulurkan tangan” anda bisa terjadi kapanpun! Semoga forum ini bisa terus memperat tali persaudaraan antar kita dan mengingatkan kita semua bahwa kontribusi kita dalam bentuk apapun ke masyarakat saat krisis seperti ini bisa menjadi bagian dari perjalanan kita, dan penemuan kita akan makna menjadi seniman bela diri yang berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa.

Salam pendekar dan salam kesatria

Ueno

Salam kesatria dan salam pendekar!

Seni bela diri Muay Thai tentu sudah tidak asing dan bagi pencinta film action tentu Muay Thai mungkin mengingatkan anda terhadap film Jean Claude Van Damme di pertengahan tahun 90an yaitu Kickboxer.

Saya ingat betul film itu karena di salah satu adegan Kickboxer, sang protagonis berlatih menguatkan tulang keringnya dengan menendang pohon pisang yang membuat saya ”ngilu” membayangkan prospek latihan tersebut belum lagi ”fight scene” antara Van Damme melawan karakter yang bernama ”Tong Po” di bagian akhir film yang berlokasi di bawah tanah dan menggunakan sarung tangan yang dibungkus kaca dan beling!

Namun dalam suatu kesempatan berkunjung dan berlatih di satu sasana Muay Thai di Thailand saya menemukan bahwa dalam seni bela diri Muay Thai terdapat satu gaya unik yang dinamakan ”Muay Boran”.

Menariknya Muay Boran ini gerakannya sedikit mirip dengan Silat walaupun secara teknis praktisi Muay Boran umumnya lebih sering menggunakan lutut dan sikut mereka sebagai senjata pamungkas dalam pertarungan tangan kosong dan bersenjata.

Dalam perjalanan ini saya pun menyempatkan diri untuk bertanya-tanya langsung ke juara Muay Thai Christian Daghio yang juga ikut aktif melestarikan seni Muay Boran di klub latihannya di Pattaya.

Berikut hasil interview saya dengan beliau yang semoga bermanfaat dalam mengembangkan perspektif latihan seni bela diri anda, salam pendekar dan salam kesatria!

Ueno

  1. Christian ceritakan latar belakang anda di seni bela diri?

Saya pertama kali menekuni seni bela diri melalui latihan Kung Fu. Dan setelah saya mendapatkan sabuk hitam, saya memutuskan untuk mencoba Muay Thai. Namun sayangnya pada waktu itu Muay Thai belum ada di kampung saya di Itali akhirnya saya pun hijrah ke Thailand untuk mencari instruktur kurang lebih 15 tahun yang lalu

  1. Dan ceritakan tentang gaya bertarung anda?

Gaya bertarung saya untuk seorang fighter Muay Thai sebenarnya agak unik, begini... dulu waktu pertama kali saya berlatih Muay Thai pelatih saya mengatakan bahwa postur tubuh saya tidak cocok untuk bertarung ala Muay Thai klasik. Walhasil saya pun sebagai seorang fighter lebih aktif, agresif dan cenderung menyerang terlebih dahulu.

  1. Bagaimana dengan rutin latihan anda saat hendak bertanding?

Tergantung ya... tapi biasanya sih dua minggu sebelum bertanding saya akan berlatih setiap hari enam sampai tujuh jam.

  1. Apa yang membuat Kombat Village berbeda dengan kamp-kamp atau klub Muay Thai lainnya?

Metode belajar kami saya rasa sangat baik. Maksud saya adalah umumnya di kamp-kamp Muay Thai yang tradisional dari pengalaman saya dalam pengajarannya tidak detail. Belum lagi masalah budaya... dan tidak adanya pembedaan antar satu murid yang baru dengan yang ahli. Hal ini tentu berbahaya bagi praktisi yang hanya ingin mencoba namun bila dihadapkan dengan praktisi yang sudah ahli saya rasa tidak pas. Dan satu hal yang saya banggakan di sini adalah tidak adanya senioritas. Disini juara lokal, regional dan nasional semua sama. Semangat kekeluargaan pun juga saya pupuk (Sebagai informasi karena eratnya rasa persaudaraan dan kekeluargaan konon di kamp ini barang yang tertinggal apapun itu bentuknya tidak akan hilang karena di jaga secara kolektif; teman saya dari Australi yang kehilangan perhiasan berliannya yang jatuh saat latihan tidak tersentuh hampir satu hari penuh hingga akhirnya teman saya sendiri yang menemukannya kembali)



  1. Pertandingan mana saja yang cukup berkenang buat anda?

Pertama kali saya bertanding di Thailand untuk memperebutkan sabuk juara. Saya begitu gugup!

  1. Sebagai petarung menurut anda nilai-nilai atau aspek apa saja yang penting bagi seorang petarung?

Semangat, power dan teknik. Menurut saya ketiga aspek ini tidak bisa di balik

  1. Apakah hal ini juga yang anda cari saat seseorang mendatangi anda untuk minta diajarkan?

Tentu, ketiga hal ini yang menjadi acuan saya saat seseorang ingin belajar sebagai petarung profesional di kamp saya. Sebagai pelatih saya sangat jujur dengan murid-murid saya. Saya akan berkata apa adanya bila memang orang tersebut ingin menjadi juara. Bila memang teknik ybs. tidak baik begitulah! Bila memang dia karena suatu alasan atau faktor belum pantas untuk bertanding saya juga akan mengatakannya.


  1. Bagaimana dengan rencana anda ke depan?

Pacar saya sejujurnya sudah meminta saya untuk berhenti bertanding, namun saya masih ingin bertanding untuk beberapa tahun lagi. Walaupun saya sudah memikirkan untuk berhenti. Dan prinsip saya adalah melewati setiap pertandingan secara maksimal itu saja.





video
Sejarah Kesenian Debus


Debus merupakan kesenian asli masyarakat Banten yang diciptakan pada abad ke-16, yaitu tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570), dalam rangka penyebaran agama Islam. Agama Islam diperkenalkan ke Banten oleh Sunan Gunung Jati, salah satu pendiri Kesultanan Cirebon, pada tahun 1520, dalam ekspedisi damainya bersamaan dengan penaklukan Sunda Kelapa. Kemudian, ketika kekuasaan Banten dipegang oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682), debus difokuskan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah Belanda. Apalagi, di masa pemerintahannya tengah terjadi ketegangan dengan kaum pendatang dari Eropa, terutama para pedagang Belanda yang tergabung dalam VOC. Kedatangan kaum kolonialis ini di satu sisi membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata, yaitu terjadinya percampuran akidah dengan tradisi pra-Islam. Hal ini yang terdapat pada kesenian debus.

Bentuk Atraksi Debus

Permainan debus merupakan bentuk kesenian yang dikombinasikan dengan seni tari, seni suara dan seni kebatinan yang bernuansa magis. Kesenian debus biasanya dipertunjukkan sebagai pelengkap upacara adat, atau untuk hiburan masyarakat. Pertunjukan ini dimulai dengan pembukaan (gembung), yaitu pembacaan sholawat atau lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad, dzikir kepada Allah, diiringi instrumen tabuh selama tiga puluh menit. Acara selanjutnya adalah beluk, yaitu lantunan nyanyian dzikir dengan suara keras, melengking, bersahut-sahutan dengan iringan tetabuhan. Bersamaan dengan beluk, atraksi kekebalan tubuh didemonstrasikan sesuai dengan keinginan pemainnya : menusuk perut dengan gada, tombak atau senjata almadad tanpa luka; mengiris anggota tubuh dengan pisau atau golok; makan api; memasukkan jarum kawat ke dalam lidah, kulit pipi dan anggota tubuh lainnya sampai tebus tanpa mengeluarkan darah; mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan darah tapi dapat disembuhkan seketika itu juga hanya dengan mengusapnya; menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian yang dikenakan hancur lumat namun kulitnya tetap utuh. Selain itu, juga ada atraksi menggoreng kerupuk atau telur di atas kepala, membakar tubuh dengan api, menaiki atau menduduki tangga yang disusun dari golok yang sangat tajam, serta bergulingan di atas tumpukan kaca atau beling. Atraksi diakhiri dengan gemrung, yaitu permainan alat-alat musik tetabuhan.

Tokoh Spiritual Debus

Salah satu tokoh spiritual debus asal Banten yang hendak dikemukakan dalam tulisan ini adalah Tubagus Barce Banten atau Abah Barce. Ia cukup dikenal di kalangan penduduk Banten sebagai pemimpin spiritual debus ‘modern’. Konon, ia sanggup menyembuhkan berbagai macam penyakit yang tak dapat disembuhkan dengan pengobatan kedokteran masa kini. Ia juga sering dipanggil sebagai penasihat pribadi masalah-masalah spiritual oleh kalangan elit politis Jakarta.

Abah Barce berperan penting dalam memperkenalkan kesenian debus hingga keluar negeri, seperti Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, Malaysia, Spanyol, dan Belanda. Ia mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Amsterdam pada tahun 1985. Selain itu, ia adalah ketua Perkumpulan Paranormal Indonesia cabang Banten sejak Mei 2003, ketua Perkumpulan Judo-Karate-Silat Banten, dan pendiri Laskar Islam Banten pada tahun 1999.

Menurut Abah Barce, debus tidak ada kaitannya dengan dunia mistis atau magic, tidak seperti anggapan kebanyakan orang selama ini, karena magic itu sama dengan perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Ia juga mengatakan bahwa debus digunakan oleh para alim ulama zaman dahulu untuk melawan penjajah.

Kesenian Debus Sebagai Potensi Wisata

Terlepas dari anggapan debus berkaitan erat dengan dunia mistis yang bertentangan dengan Islam, ajaran itu turut berperan dalam sejarah diciptakannya kesenian debus di Indonesia, serta pelaksanaan atraksinya yang dimulai dengan pembacaan doa maupun lantunan sholawat Nabi. Tak dapat disangkal, debus merupakan kesenian tradisional khas Banten yang dapat dijadikan sebagai daya tarik bagi para wisatawan.


Jadi, mengapa tidak melestarikan dan mengembangkan kesenian debus, yang juga merupakan ciri khas kebudayaan Banten.


Daftar Pustaka
Gautama, Bayu, Dyah Kalsitorini, Mona Melinda. Muda Usia Kaya Pesona : Banten. Surga no.02, 25 Maret – 25 April 2004, Muharram 1425 H

Sumber: http://www.banten.go.id/

Dear rekan-rekan pecinta seni beladiri


Dengan gembira, kami dari Fraternidade Capoeira das Ruas( Jakarta), Capoeira de Soerabaia (Surabaya), Capoeira Joglo (Yogyakarta) dan Capoeira Treimento (Bogor) mengundang rekan-rekan untuk mengikuti workshop Capoeira bersama Contra Mestre Papa-Leguas dari Grupo Cordao de Ouro, yang rencananya akan dilaksanakan pada :

Hari : Minggu / 25 Mei 2008
Tempat : Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah – Ciputat
Waktu : Pukul 10 – 12 Siang WIB.
Administrasi : Rp. 120.000,-

Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi :
  • Odeo Tamaguru Sianipar ("Osso") : 081382877845
  • R. Yudhi Pradhana ("Simio Blanco") : 085691210788

terima kasih

(*kunjungi juga http://www.cdonotts.co.uk/)
Beberapa hari terakhir ini ada kejadian di dunia cyber, beberapa forum ga bisa dibuka, konon kabarnya kena satu virus yang bernama DDoS, dan impactnya cukup heboh, saat ini semua thread lama databasenya tidak bisa dibuka, akhirnya pihak admin Kaskus pun , menggembok seluruh thread lama...

Hal yang memprihatinkan, ternyata dibalik semua itu ada "perang" user antar Forum, hal ini terlihat dari statement yang dibuat bersama antara admin Kaskus dan admin YogyaFree...

Mohon perhatian dari pengguna Kaskus dan YogyaFree karena hal ini diperlukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa ini di Internet.

Menyikapi perkembangan akhir-akhir ini, dimana Komunitas Kaskus dan Yogyafree telah dipecah belahkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,
sehingga menyebabkan kedua Komunitas ini menjadi saling terganggu.
Hal ini seharusnya tidak terjadi karena telah merusak persatuan kita.

Kaskus dan YogyaFree tidak akan saling mengganggu secara institusi dan merupakan forum sahabat.

Bila ada yang melakukan penyerangan yang mengatas namakan Kaskus atau YogyaFree,
maka itu hanyalah oknum yang sengaja hendak mengadu domba antar komunitas kita.

Untuk itu kedua admin komunitas menghimbau/menginstruksikan untuk menghentikan segala jenis serangan.

Hormat kami

Admin Kaskus (andre) / Admin YogyaFree (Adi)

Statement ini dibuat oleh kedua belah pihak pada tanggal 20 Mei 2008, Pukul 9.40



Untunglah semuanya sudah berakhir, walaupun sekarang di Kaskus sendiri imbasnya masih diusahakan ditanggulangi dan member harus membuat thread2 yang baru untuk menyambung beberapa topik Martial Arts yang masih menjadi pembahasan disana...

Semoga semua cepat teratasi, ada hikmah yang di ambil dibalik semua ini, perpecahan tidak menghasilkan kemajuan, yang ada adalah kerugian bersama.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!! (hartcone)
8
Kalau liat teman2 Tinju/Muay Thai atau temen2 Silat, biasanya saat menyerang atau menerima pukulan ada bunyi: sssahhh!! atau cssshhh!!

Nah apa itu buat gaya2an?? biar keren?? kan suaranya heboh.

Sebenarnya ada satu tujuan disana, yaitu ngirit napas dan menghindari "ngeden", yaitu mengambil nafas lewat hidung, dan membuang nafas melalui mulut yang agak ditahan sehingga mengeluarkan bunyi mendesis. Saya hanya membahas dari sisi anatomi sajah dari yang saya tau, monggo nanti kalau dihubungkan dg kekuatan "inner" yang bisa ditimbulkan (kalau ada, saya ga ngerti sejauh itu)

Kalau napas dikeluarkan banyak, otomatis ada penarikan napas yang panjang, yang memberi pengaruh utama dalam orang bernafas itu adalah level CO2 dalam paru2, untuk itulah di Tinju, Muay Thai dll yang penting adalah pengeluaran nafas, bukan bingung cara memasukkan nafas, dg pembuangan nafas otomatis ada intake, keluar banyak intake juga banyak dan butuh waktu yang lama, pembuangan dikit tentunya intake juga dikit untuk balance-nya.

Selain itu bunyi: sssahhh!!/cssssshh!! adalah untuk memberikan penegangan pada otot2 perut, sehingga bisa menahan pukulan yang mungkin harus diterima saat kita melakukan serangan.

Mungkin pembaca akan langsung bertanya2: lho kenapa kok ga ditahan sajah nafasnya saat menerima pukulan?? kan lebih hebat??

Perlu diingat rongga perut dan dada itu seperti balon, ada keseimbangan tekanan udara, ketika kena pukul udara yang di dalam ronga paru2 akan cari jalan keluar dg menekan rongga perut, ketika katup (hidung dan mulut) ditutup dg menahan napas, bagian yang paling lemah adalah bagian bawah rongga perut (jadi kaya ngeden) bila itu terjadi efeknya akan buruk, bisa ambeiyen kata orang yang ahli

Dalam menyerang ketika melakukan tendangan atau pukulan kita butuh energi yang dibakar, dan itu butuh O2, dg suara susssh!! cshhh!! sssaahh!! berarti ada pengiritan/pembatasan pengeluaran, dimana level CO2 dalam paru2 masih belum terlalu jenuh, dan O2 yang tersisa di paru2 digunakan semaksimal mungkin tanpa menarik napas lagi.

Misalnya ketika melakukan combo serangkaian pukulan dan tendangan, dg pengiritan nafas tsb, tidak dibutuhkan penarikan nafas yang panjang disela2 combo tersebut, seandainya nafas dibuang "penuh" paru2 akan kosong dimana butuh "waktu panjang" untuk intake yang mempengaruhi pembakaran pada otot yang digunakan dalam rangkaian penyerangan combo tsb.

Tetapi itu semua adalah salah satu cara dalam management nafas, masih banyak cara yang lainnya pada setiap aliran beladiri untuk mensiasati olah nafas dalam satu pertarungan. (hartcone)