Sabtu, Mei 09, 2009

Auman Eskrimador Indonesia

Ini adalah laporan perjalanan sahabat saya, Dodit Setiyohadi, yang kemaren bersama2 mengikuti kejuaraan Cacoy Doce Pares World Arnis Eskrima Championship 2009 di Cebu Pilipina, dimana kami team CDP-CMAA Indonesia dibawah asuhan Master Glen Gardiner bisa membawa pulang 6 medali emas, 8 medali perak dan 11 medali perunggu.

(Kang Dodit minta ijin artikel ente di blog.liputan6.com saya share disini.)

Pada 23 hingga 27 April lalu, saya beserta tujuhbelas rekan berada di Cebu, Filipina, untuk mengikuti World Eskrima Arnis Championship. Saya bisa paham jika banyak yang akan bertanya: kejuaraan apa ini? Eskrima Arnis memang sendiri kurang begitu populer di Indonesia. Namun di Australia, Eropa, serta Amerika jenis beladiri ini cukup dikenal.

Eskrima Arnis adalah salah satu bentuk beladiri yang berasal dari Philipina. Di khazanah beladiri dunia, Eskrima Arnis terkenal dengan tehnik permainan tongkatnya yang mampu memukul sasaran dengan sangat cepat. Bahkan bagi seorang eskrimador (petarung eskrima), melakukan duaratus pukulan dalam satu menit, adalah hal yang biasa.

Berbekal latihan cukup keras selama berbulan bulan, kami tim Indonesia akhirnya memberanikan diri berangkat ke Cebu, Filipina, untuk mengikuti kejuaraan dunia tersebut. Keberangkatan ini ibarat mendatangi kandang macan, karena Cebu adalah asal beladiri eskrima arnis. Apalagi tim dari negara lain pun pasti juga telah mempersiapkan diri dengan maksimal. Maka bisa dikatakan dalam kejuaraan inilah para macan eskrimador dunia berkumpul. Sedangkan tim Indonesia? Apakah macan juga? Kami mencobanya.

Kami berangkat dengan optimisme. Meski demikian jangan anda bayangkan kami berangkat seperti tim olahraga yang sudah mapan dan didukung penuh oleh negara. Jangan dibayangkan kami berangkat dengan didampingi dengan tim offisial yang siap melayani berbagai keperluan bertanding, tim dokter yang siap setiap saat jika kami cedera, serta tim gizi, yang siap menyediakan makanan enak dan bergizi yang layak dan harus dikonsumsi kami sebagai atlit. Bukan seperti itu yang kami alami. Kami nekad berangkat hanya dilandasi pada kecintaan pada olah raga beladiri, khususnya eskrima arnis. Sebelum berangkat, kami (khususnya pelatih kami master Glen Gardiner) berjibaku mengumpulkan dana agar bisa berangkat, mencari tiket pesawat termurah dan mencari informasi penginapan yang terjangkau. Dalam kondisi yang serba terbatas inilah kami berangkat dengan tekad, mengibarkan merah putih di Cebu.

Bagi saya pribadi ada tambahan tugas, yaitu membuat laporan bagi SCTV tentang kejuaraan dunia ini. Sebelum berangkat pun saya sudah membayangkan betapa berat tugas yang harus saya sandang. Selain harus bertanding saya juga harus mengambil gambar, karena dalam tugas kali ini saya tidak didampingi oleh juru kamera, karena tim kami tak mampu membiayai tiket dan akomodasinya.

Demikianlah, dengan semangat 45 kami bertanding di Sport Hall Ayala Cebu Philipina. Selama tiga hari penuh kami bertanding habis habisan. Seluruh apa yang kami pelajari dan kami punyai, kami tumpahkan di ring pertandingan.

Karena tidak didampingi oleh tim offisial maka kami saling membantu saat bertanding. Jika ada teman yang bertanding, maka yang sedang tidak bertanding, bertindak sebagai pendamping, membawa dan membantu memakai peralatan bertanding, mengipasi, mengelap keringat, memberi minum, memijat, dan yang paling penting adalah memompa semangat bertanding. Namun celakanya jadwal pertandingan demikian padat, Sehingga beberapa kali terjadi atlit Indonesia harus bertanding tanpa pendamping. Ia harus melayani diri sendiri tanpa seorang pedamping, dan tanpa pemompa semangat. Ibarat kuda , kami berpacu tanpa kehadiran joki yang harus menyambuk agar bisa berlari kencang.

Sedangkan saya sendiri, selain harus berlaga, dan mendampingi rekan yang bertanding, tugas lain juga harus saya laksanakan, yaitu bertindak sebagai reporter televisi yang harus mengumpulkan informasi serta mengambil gambar. Maka, ditengah nafas tua yang masih ngos ngosan dan peluh mengucur deras usai pertandingan, saya sempatkan mengambil momen-momen selama pertandingan.

Selama tiga hari penuh kami bertanding. Kami memeras keringat, mengatur strategi, dan di salah satu nomor, kami harus menahan sakit manakala tongkat rotan musuh menghantam bertubi-tubi tubuh kami.

Namun akhirnya semua kelelahan, dan rasa rasa sakit seketika musnah begitu saja saat Supreme Grand Master Cacoy Canete, guru besar Cacoy Doce Parres Eskrima Arnis mengalungi medali-medali bagi kami. 6 medali emas disematkan oleh beliau. Jumlah ini mengungguli perolehan medali emas tuan rumah yang hanya mengumpulkan empat medali emas. Itu artinya kami mampu mengaum lebih kencang, mengungguli auman macan-macan eskrimador dari negara lain. Sebuah auman yang membanggakan bagi kami eskrimador Indonesia. (Dodit Setiyohadi)

Sumber: blog.liputan6.com

Rabu, April 29, 2009

Mimpi Bisa seperti Bruce Lee
























Anda penggemar film Bruce Lee? Bintang laga tahun 1970-an ini mahir memainkan ”nunchaku” ketika berhadapan dengan musuh. Di Jakarta kini muncul komunitas yang melestarikan senjata yang identik dengan Bruce Lee itu.

Mungkin sebagian dari Anda asing dengan kata nunchaku. Senjata ini berbentuk dua tongkat pendek yang masing-masing dihubungkan dengan rantai atau tali. Dalam bela diri di Tanah Air, senjata ini dikenal dengan nama ruyung (double stick).

Bruce Lee-lah yang memopulerkan nunchaku sebagai senjata bela diri. Kemahirannya memainkan nunchaku melingkar-lingkar di udara, lalu dijepit di bawah ketiak setelah disabetkan ke lawan, mengundang decak kagum penggemarnya.”Karena sering nonton film Bruce Lee itu, aku jadi penasaran dengan nunchaku,” kata Dodit Setyohadi (44). Sejak duduk di bangku SMP di Surabaya, Dodit yang belajar ilmu bela diri kungfu Butongpai Selatan sudah memainkan nunchaku meski di perguruan bela dirinya tidak banyak diajarkan nunchaku.Ia menjadi semakin giat berlatih nunchaku setelah hidupnya diselamatkan oleh senjata itu. Ketika muda, kata Dodit, ia berkelahi dengan orang bersenjata celurit. Saat celurit disabetkan ke kepalanya, ia menangkis dengan nunchaku hingga mengenai tangan lawan dan celuritnya terlepas. Dodit pun selamat. Setelah pindah ke Jakarta pada tahun 1998, Dodit makin gencar menyebarkan informasi tentang nunchaku di internet. Darisitu, satu per satu penggemar dan mereka yang penasaran dengan nunchaku bergabung. Awalnya mereka hanya bertukar informasi di internet lalu sepakat bertemu setiap hari Minggu pagi di Senayan, Jakarta Pusat, untuk berlatih.
”Gurunya tidak ada. Kami menciptakan gerakan sendiri atau mengadaptasi gerakan dari nunchakers (sebutan untuk pemain nunchaku) lain,” kata Dodit yang kemudian mendirikan Indonesian Nunchaku Club (disingkat Inc) tahun 2008 lalu. Gerakan yang diciptakan cukup rumit. Supaya terlihat nyleneh terkadang nunchaku diputar-putar dengan jari. Ada pula nunchaku yang disabetkan di antara dua kaki yang terbuka. ”Kalau tidak hati-hati, bagian vital bisa kesabet ha-ha-ha,” kata Dodit yang biasa dipanggil Opa oleh teman-temannya.

Siap benjut
Dodit menyebut, komunitas Inc lebih bersifat studi bersama. Siapa yang mencipta gerakan nunchaku wajib menularkan formasi gerakan yang diciptakannya kepada nunchakers lainnya.

Untuk menjadi nunchakers tidak harus bertubuh atletis atau bisa ilmu bela diri. Mereka yang berperut buncit pun bisa memainkan senjata ini asalkan siap benjol dan benjut. Pada tahap awal biasanya seorang pemula mengalami babak belur lebih dulu dihajar senjatanya sendiri. Pasalnya, senjata ini bisa mental setelah disabetkan ke arah lawan.

Indera Maia (24), pekerja swasta yang tinggal di Bogor, pernah cedera akibat sikunya terkena sodokan nunchaku yang membalik ke arahnya. ”Rasanya seperti ditotok jalan darahnya. Tangan kaku sampai tidak bisa bergerak. Baru bisa pulih tiga minggu. Setelah itu ya tidak kapok bermain nunchaku lagi,” kata Indera.

Di tengah maraknya berbagai ilmu kanuragan di negeri ini, nunchaku mampu menyatukan mereka yang berasal dari berbagai perguruan bela diri. Simak saja latar belakang anggota Inc. Indera, misalnya, sudah sepuluh tahun mendalami bela diri ninjutsu (ninja) Jepang. Rekannya yang lain, sesama anggota Inc, Arry Gautama (30) jago pencak silat, Sugihartono (35) mahir bertaekwondo dan aikido, sedangkan Arif Rahman (24) berlatih kungfu.Ilmu bela diri Dodit malah campur-campur, yakni Kenjutsu (pedang Jepang), Arnis Escrima (bela diri tongkat asal Filipina), dan Brazilian Jui Jitsu. ”Biasanya orang yang belajar bela diri merasa ilmunya paling hebat. Di Inc semua egoisme ditinggalkan” kata Dodit yang sebentar lagi berangkat ke Filipina untuk bertanding di kejuaraan dunia Arnis Escrima. Karena latar belakang ilmunya beragam, gerakan nunchaku menjadi semakin variatif. Kalau Anda sudah terbiasa melihat jurus taekwondo yang lebih banyak bermain kaki, di tangan Sugihartono, jurus taekwondo itu menjadi lengkap dengan sabetan nunchaku.

Sulit dimainkan
Dari Jakarta, Inc berkembang ke berbagai kota. Komunitas ini ada di Bogor, Purwokerto, Surabaya, Malang, Madiun, dan sebentar lagi akan dibentuk di Bandung. Anggota nunchaku di Jakarta sendiri jumlahnya sekitar 30 orang. Anggota Inc punya alasan kenapa mereka berlatih nunchaku.

Sugihartono melatih keseimbangan otak kanan dan kiri dengan bermain nunchaku. Senjata ini sering kali dimainkan dengan tangan kanan dan kiri sekaligus.

Aturan mainnya, gerakan nunchaku di tangan
kanan harus berbeda dengan gerakan nunchaku di tangan kiri. ”Kalau pikiran kita tidak fokus, bisa-bisa nunchaku-nya melesat dan terkena badan sendiri,” kata Sugihartono. Alasan Dodit lain lagi. Bagi pria yang mahir memainkan berbagai jenis senjata, seperti pedang, toya (tongkat panjang), dan pisau, nunchaku adalah senjata yang paling sulit dimainkan. ”Ada momen yang harus dikendalikan. Ketika nunchaku berbalik, agar tidak kena pemainnya, senjata itu harus diputar-putar,” ujar Dodit yang pernah punya angan menjadi jago bela diri seperti Bruce Lee. Seperti Dodit, anggota Inc rata-rata adalah pengagum Bruce Lee.


KOMPAS
Minggu, 5 April 2009 02:56 WIB
Lusiana Indriasari

Daftar Alamat Tempat Latihan dan Website Beladiri

Banten
  • Kungfu
    • Siauw liem ho yang pay aliran lo ban teng
      alamat pusat: Jl Intan II Blok X No 1
      Batu Ceper Indah
      Tangerang
      Contact Person Euwin 98798776

Jakarta
  • Kungfu & Wushu
    • Kungfu Shaolin Naga Putih
      • Tempat: Kantor Kecamatan Tebet, Jln. Sahardjo, Jakarta Selatan
        Hari: Sabtu
        Pukul: 16.00-20.00
        Pelatih: Sifu Gatut Swardana
      • Universitas Gunadharma Margonda:
        Kamis: 20.30-22.30
        Minggu: 09.30-13.30
      Hanya Rp 150.000,- per bulan.

      Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
      1. Mas Dana di 0859-212-02446
      2. Dwi Satya Ardyanto di 0818-0820-4388 atau dwi.ardyanto[at]gmail.com;
      3. Wahyu Ardhitama di 925-94-710;
      4. Bhakti Nuswantoro di 0812-2700-702
    • Sanshou
      di kemakmuran, sebelah sekolah n gereja tarsisius. Satu tempat dengan kemakmuran billiard club (KBC)
      Pelatih: Pak Surya (Tjhin Hin)
      Contact: 021-91503955
    • Arya duTa Karawaci
      minggu jam 16.00
    • Latihan Beladiri Kungfu Wu Kung
      di gedung serbaguna Sunter Gelora
    • jet kune do Indonesia
      email: jkdindonesia[at]gmail.com
      phone: +62818861866.
      Address: JL.Kemang Dalam X,3B, Jakarta, 12730, Indonesia
      Instructor: Yuri Amadin
  • Taekwondo & Taekwon-Do
    • Taekwon-Do ITF (Chon Ji Dojang)
      Permata Buana Jl. Pulau Sebaru no 38, Jakarta Barat
    • Taekwon-Do ITF
      Pecenongan,samping Ikan Bakar Labuan Lantai Tiga,
      Jadwal: Senin & Kamis Pukul 19.00-21.00WIB
      Kontak: IVAN 08128080889
    • Taekwondo Indonesia Batara Kencana Club
      Wilayah cakupan: BSD,Pamulang,Pondok Cabe,Cirendeu,Cinere.
      Contact Person: Zakiy, zak_edge34[at]hotmail.com (085691842063)
    • Taekwondo WTF Prisma Club
      di deket daerah Ranch Market
    • Alam Sutera
      sabtu jam 15.00
    • Bumi Serpong Damai
      Minggu 16.00
    • BINUS
      Rabu 18.00-21.00
      Minggu 10.00-12.00
  • Kendo
    • Kabutowari Kendo Club
      • Stadion Utama Senayan
        Hall Gulat Antara pintu 3 dan 4
        tiap Jumat jam 7 malam
      • GOR cempaka Putih, Masuk Dari Univ. Yarsi
        Hall judo/ karate
        tiap sabtu jam 2 siang
      • Hotel Aryaduta Lippo Karawaci
      • AIKF Pusat
        Puri Bugar, Puri indah meruya
        di hall aerobic lt.1
        tiap sabtu jam 3 sore
    • Shinkendo
      Villa Melati Mas
      Minggu jam 08.00
    • Japanese School
      bintaro sektor 9 jakarta
  • Aikido
    • GOR Cempa Putih
      Hall Judo
      Tiap Rabu dan Sabtu jam 4 Sore dan Minggu jam 9 pagi
    • Arya Duta Karawaci
      Kamis jam 19.00
    • Alam Sutera
    • Vila Melati Mas
      Rabu & jumat 19.00
    • Bumi Serpong Damai
      Aikido di depan santa ursula
    • Bumi Serpong Damai
      Aikido Aikikai
      Rabu 19.00 dan minggu jam 16.00 di belakang kolam renang
    • Aikido IAI
      jln. Duren Tiga di Kampus Biru
    • Aikido Kobayashi Takiotoshi dojo-ciledug
      Hari: sabtu jam 13.00, Minggu jam 10.00
      Gedung suzuki sun motor lt 3
      larangan,ciledug raya (di samping komplek puri betha 1,di depan sd larangan)
      CP: 92110579 (harry)
  • Capoeira
    • GOR Cempaka Putih
      Jln Cempaka Putih Tengah 3 no. 31
      setiap Minggu, jam 11.00 - 13.00
    • Brazilian Martial Art Capoeira
      Citraland Lt. 5 Sebelah Gramedia
      Jam: 19.00-21.00
      Setiap Hari Jumat
      Contact: 0818651040
    • Vila Melati Mas
      Rabu 19.00
  • Krav Maga

    • Private Dojo di Grenvil
      Grenvil - Tanjung Duren, Jakarta Barat
    • GOR Cempaka Putih
      Jln Cempaka Putih Tengah 3 no. 31
      Sabtu: 09:00 - 11:00, more info: www.selfdefenseindonesia.com
    • Vila Melati Mas
      Sabtu 16.00
    • ADRIA Fitness Center,
      JL. Cempaka V No.33 Bintaro-Jakarta 12330.
      Telp.: 73690174/5 (dengan Pepi/Imel).
      hari Jumat, Jam 19.00-21.00
  • Karate
    • Kyokushin Karate
      Binus Syahdan
      Hari: senin dan jumat
      Jam: 7 malam
      Tempat: hall lapangan basket
    • Wado Ryu Karate
      GOR Cempaka Putih
      Jln Cempaka Putih Tengah 3 no. 31
      Sabtu: 13:00 - 14:30
      Instructor: Ben Haryo
    • PMK Kyokushin
      GOR Grogol
      Jl. Muwardi No.1 Grogol
      latihan: senin dan kamis
      Jam: 19.00
      Contact: 021-5637886
      Pelatih: sensei Leo
    • Kyokushin Karate
      Alam Sutera
      Rabu jam 17.00 dan Sabtu 11.00
    • Kyokushin Karate
      Rabu 11.00 dan minggu jam 09.00 di depan terminal shuttle
    • Taman Palem Sport Club
  • Tinju
    • Sasana Albert Resilay
      Di daerah Roxy
    • Sasana Tinju Arseto
      Tanah Abang 3 Taman
    • Sport club
      Taman Palem Cengkareng
      Latihan: Sabtu dan Minggu
      jam: 10.30 WIB
      Biaya: sebulan 100 rb
    • Taman Palem Sport Club
    • Sasana Benteng Merdeka BC, Jakarta
      Jl. Rawa Bebek No. 16 Rt. 14/13, Penjaringan, Jakarta Utara
    • Sasana Demokrat Boxing Camp
      Jl.Kebayoran Baru No 73 C, Velbak, Jakarta Selatan
  • Tong Il Moo Do
    • Istana Pasar Baru (Pintu Air)
      latihan tiap sabtu sore
  • Judo
    • GOR Cempaka Putih
      Jln Cempaka Putih Tengah 3 no. 31
      Sabtu: 10:00 - 12:00
      Instructor: Sensei Saleh
    • Fantastic Fitness (depan Pasar Modern BSD)
      Hari Senin dan Rabu
      Pkl. 19.00 - 21.00 WIB
  • Muaythai
    • MTC (Muaythai Training Camp) Indonesia
      Jl. Panglima Polim II, No. 2 (second floor) deket RS. bersalin Asih
      Blok M - Kebayoran Baru
      Phone: (021) 7208362
    • BAAN Muaythai Club
      Wisma Semeru building (ground floor)
      Jl. Taman Kemang No. 18
      Kemang - South Jakarta
      Phone: (021) 7196502
  • Jujutsu
    • Taman Palem Sport Club
    • Brazilian Jujutsu
      Club Ade Rai
      Muara Karang
      Instructor: Fransino Tirta
  • Silat
    • Sabeni
      di Kebon Jahe VII
      Pelatihnya bang Izul. Cucu dari Kong Sabeni sendiri.
      Rabu dan Jumat jam 19.00
    • Mustika Kwitang
      di Kwitang - Senen
      Pelatih: anaknya Pak Zakaria.
    • Beksi, Cingkrik, dan Rahmad
      Di daerah Kemanggisan
    • Cikalong
      Gedung Hydro Cawang, di samping RS Budi Asih
      Hari jumat pukul 21.00 wib sampai selesai
    • Gerak Saka/Gerak Rasa
      di Belakang Wisma Bidakara, Jalan Rasamala
      Latihannya di lantai 3
      Tiap Selasa Malem jam 21.00
      Kontak: bpk Haji aziz atau bpk Haji Aceng
    • Silat Golok Seliwa
      Latihan setiap:
      Rabu: Jam 19.00
      Minggu: Jam 08.00
      Tempat Masjid LIPI jalan Gatot Subroto Jakarta
  • Chanbara
    • Fantastic Fitness (depan Pasar Modern BSD)
      Hari Sabtu dan Minggu
  • Ninjutsu
    • Konigun Ninjutsu
      Di lapangan jogging seberang bundaran Kelapa Gading
      Setiap hari Minggu
      Jam 16.00 - 18.00
      Contact:
      "Monjin Trey": indonesia[at]konigunninjutsu.com
      "James Haynes": ISHVA[at]hotmail.com
  • Kickboxing
    • Tunas Jaya Kick Boxing
      Jakarta Barat
      Pelatih: Ko Surya
  • Mixed Martial Arts
    • Art of Combat
      The Arcade Dharmawangsa Lt 2 Jl. Dharmawangsa Raya no. 8 Jakarta Selatan
      Telp 021 727 83957
  • Filipino Martial Arts
    • CMAA
      Tempat: Belakang Gedung Tetra Pak. Warung Buncit - Jakarta Selatan
      Waktu: Selasa (20.00), Rabu (18.00), Sabtu (08.00)

Jawa Barat
  • Capoeira
    • ITB
    • Universitas Parahyangan
    • Universitas Padjadjaran
    • Universitas Indonesia
      Depok: depan balairung
      setiap Selasa & Jumat 16.00 - 18.00
  • Aikido
    • Yoshinkan Aikido Bandung
      • Jalan prabudimuntur no4
        (Rebel Gym)
      • Jalan surya sumantri no 18
        (Rebel Gym)
  • Kungfu & Wushu
    • Wushu (kungfu Naga Mas & Naga Merah)
      Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
  • Karate
    • INKANAS (Shotokan Karate)
      Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
    • BKC
      GOR KONI
      Jl. Jakarta, Bandung
  • Silat
    • Margaluyu
      Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
  • Tarung Drajat
    • Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
    • GOR KONI
      Jl. Jakarta, Bandung
  • Taekwondo & Taekwon-Do
    • Taekwondo WTF
      Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
    • Taekwondo WTF
      GOR KONI
      Jl. Jakarta, Bandung
  • Shorinji Kempo
    • Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
  • Jujutsu
    • Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
  • Aikido
    • Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
  • Kickboxing
    • Gelanggang Generasi Muda (GGM)
      Jl. Merdeka No. 64 Bandung
    • Bandung Fighting Club
      JL. Morche No. 1 Bandung
      Telp. 0818227271
      Cihampelas 186A Bandung
      Telp. (022) 2031652
      Pelatih: bang Ahmed
  • Muaythai
    • BOSS kickboxing
      Sdr Jimmi. Cp: 022-92362812
  • Mixed Martial Arts
    • Defense Factory
      Dago Plaza lt.8
      Jadwal: senin, kamis jam 19:00 s/d 21:00
      Uci 0816100564
      Aep 081573465018

Jawa Tengah
  • -

Jawa Timur
  • Kendo
    • Surabaya Kendo (Kouryuu)
      Hall Sekolah Jepang Surabaya (SJS)
      Jl. Ketintang Seraten Surabaya
      (depan persis Samsat B Ketintang Surabaya)
    • Unitomo Kendo Club
      Universitas Dr. Soetomo Surabaya
      Gedung F Unitomo lt. 5
    • UKM Kendo ITS Surabaya
      Student Community Center (SCC) Building lt. 3
      ITS Surabaya
  • Judo
    • Club Judo Galaxy
    • Club Judo Bawean
      Asuhan pak Andre Pantouw (adiknya pak Perry Pantouw)
      di Jl. Bawean
    • Judo Malang
      Yoga Hayu: 081555714742
  • Aikido
    • Institut Aikido Indonesia
      Tirtomoyo Dojo (PUBLIC)
      Jl. Jl. Manyar Tirtomoyo III (Sebelah lap. Tenis)
      Surabaya - Jawa Timur'
      Jadwal: Selasa 19:00-20:30
      Contact:
      Lukman 08888128193
      Ketut Teddy 081331377565
  • Kungfu
    • wingchun surabaya
      di Gedung Footsal AGS
      jalan Lontar
      Contact: chanlung777[at]yahoo.com
    • Kungfu Shantung
      di museum brawijaya
      Tiap jumat jam 19.00
  • Filipino Martial Arts
    • Malang
      Tempat: Gedung PWI. Jl Raya Langsep (dekat Dieng Plaza) - Malang
      Waktu: Setiap Hari Minggu jam 08:00 s/d 10:00 WIB
    • Blitar
      Tempat: Gedung Serba Guna Kelurahan Sanan Wetan, Jl A.Yani (Depan SMA 1) - Blitar
      Waktu: Setiap hari Rabu dan Sabtu jam 19:00 s/d 21:00 WIB
  • Taekwondo & Taekwon-Do
    • Taekwondo
      Pondok Candra Sport Club
      Surabaya
      Hari Senen/Jumat jam 19.00
  • Jujutsu
    • Brazillian Jiujitsu
      Jalan Jemursari Pertokoan Permata
      Contact: 0818502959

Yogyakarta
  • Silat
    • Merpati Putih
      Sekretariat: Jl.Kaliurang Km.9,8 No.67 (Belakang RM.Sari Andhini) Ngaglik Sleman
      Telp: (0274) 881910, 888806
      Email: info[at]mpsleman.org
  • Karate
    • Pembinaan Mental Kyokushin karate
      Universitas Atmajaya Yogyakarta
      Latihan: hari Senin & Kamis
      Jam: 19.00-21.00
    • Kyokushin Karate
      Universitas Kristen Duta Wacana
      Latihan: Rabu & Sabtu
      Jam: 19.00-21.00
    • INKAI (Shotokan Karate)
      Universitas Negeri Yogyakarta
      di Gedung Rektorat UNY
      tiap selasa kamis sabtu, jam 15.30 ampe selesai
    • INKAI (Shotokan Karate)
      Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
      Tiap Rabu & Jum'at
  • Muaythai
    • Soragan Martial Art
      (Soragan itu di dekat Mirota Godean)
      Jl soragan no 1 Yogyakarta, Telp 0274 6544344
    • Sasana Tinju Medan jaya
  • Kungfu & Wushu
    • Pro Patria
      Universitas Gajah Mada
      Contact: Ali (08121559770, 081398499236)
    • kungfu Ular
      di sasono hinggil

Kalimantan
  • Shorinji Kempo
    • Gedung Gelora Patra Pertamina Balikpapan
      di depan Lapangan merdeka.
      Hari/Jam latihan: Jumat, Jam 19.00 WITA
      Minggu, Jam 16 Wit
      pendaftaran bisa langsung di dojo pada jam latihan
      CP: Sempai Susi
      riza.d.akbara[at]astra-honda.com (Jakarta Barat)
      batam_perkemi[at]yahoo.co.id & armaylisem@[at]ahoo.com(Batam)
      cellocheva[at]yahoo.com.sg (Gresik)
      kempo_jak_pus[at]hotmail.com (Jakarta Pusat)
      perkemi_denpasar[at]yahoo.co.id (Denpasar)
      rpanji[at]hogy.co.id (Bekasi)
      perkemi_tangerang[at]yahoo.com (Tangerang)
      febriana_rima[at]yahoo.com (Bogor)
      kempo-bandung[at]plasa.com (Bandung),
      perkemi_jakut[at]yahoo.com (Jakarta Utara),
      perkemi_pasarminggu[at]yahoo.com (Pasar Minggu)
      perkemi_sumsel[at]yahoo.co.id (Sumatra Selatan)

Sulawesi
  • Aikido
    • Aikido Makassar afiliasi YIA
      Dojo Bukado
      Jl. Sungai Saddang II No. 16 Makassar
      Instruktur: Toshimichi Aoki Sensei (Godan)
      Yani P Sensei (Nidan)
      Contact Person: 085244224466/0411859322


Website:Sumber: Kaskus Martial Arts Forum

Kamis, Maret 19, 2009

Gelar Seni Budaya Pencak Silat Serumpun Singapura dan Batam

Ratusan pengunjung memadati Mega Mall Batam Centre pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2009 sejak pukul 13.00 WIB. Yang membedakan dari biasanya, sekitar 700 pengunjung ini memakai pakaian seragam pencak silat, apalagi bentuk dan warnanya beraneka ragam. Bahkan diantaranya tampak membawa berbagai macam senjata, seperti celurit, pedang, golok, trisula, toya, tekfi, double stick, triple stick, dan lainnya. Para pesilat dari berbagai perguruan pencak silat ini tampak duduk lesehan di lantai sambil berbincang-bincang bersama di sekeliling matras dan panggung yang berada di atrium timur Mega Mall Batam Centre hingga membuat suasana mall menjadi riuh bergemuruh. Bukan hanya pesilat berbagai perguruan pencak silat dari Kota Batam saja yang ada, namun sebagian diantaranya juga dari perguruan pencak silat negeri tetangga, Singapura. Mereka berkumpul menjadi satu dalam suatu even yang diberi nama Gelar Seni Budaya dan Atraksi Pencak Silat Serumpun Singapura dan Batam.


Suara mereka mendadak reda setelah dipecahkan oleh suara dari Johar Arif, MBA., sang pembawa acara, mengawali dibukanya acara ini. Beberapa tamu undangan, baik dari Batam maupun dari Singapura, mulai datang menuju ke kursi yang berada di atas panggung. Dalam acara ini turut diundang Walikota Batam yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Drs. H. Syamsul Bahrum, AMP., M.Si., Ph.D., Asisten II Ekbang Walikota Batam. Setelah disambut dengan tari persembahan yang disuguhkan oleh Dinas Pariwisata Kota Batam, langsung dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana oleh Nurdin Arief, S.H. Dalam sambutannya, Nurdin mengatakan bahwa pagelaran ini dikemas dalam bentuk penampilan peragaan seni pencak silat tanpa ada unsur perlombaan, sifatnya untuk menjalin silaturahmi.


Acara dilanjutkan dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Maman Mansur, S.E., Ketua Umum Pengkot IPSI Batam. Maman mengungkapkan bahwa acara ini merupakan gebrakan awal sebelum menggelar festival silat se-ASEAN yang direncanakan untuk digelar di Batam. Sambutan kedua disampaikan oleh Dr. Ir. H. Chablullah Wibisono, M.M., Ketua Umum Pengprov IPSI Kepulauan Riau, dengan pidato yang berapi-api membakar semangat ratusan pesilat yang hadir. Sambutan juga disampaikan oleh Aeji bin Karmak, ketua kontingen Singapura, Raja Muchsin, S.E., Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam dan Edi Sihite, Ketua Harian KONI Kota Batam. Tampak hadir juga H. Gintoyono, B.E., S.E., M.M., Ketua Umum Pengkot IPSI Batam yang baru terpilih dalam Muskot III IPSI Batam 2009 untuk periode 2009-2013.


Suguhan pertama diberikan oleh IPSI Provinsi Kepulauan Riau berupa peragaan Jurus Tunggal Baku, baik tangan kosong maupun bersenjata golok dan toya. Suguhan berikutnya disajikan oleh sepasang pesilat Singapura berupa permainan pedang, diperagakan oleh seorang pesilat dari Pencak Pokolan Bawean berpasangan dengan seorang pesilat dari Seligi Tunggal Kemuning. Nuansa seni budaya tradisional terasa kental dengan adanya gendang pencak yang selalu mengiringi setiap atraksi yang ditampilkan di sepanjang acara ini. Selain dari dua perguruan pencak silat tersebut, kontingen Singapura juga menampilkan beberapa atraksi pencak silat yang diperagakan oleh pesilat dari Setia Hati, Asad Perwanit, Titi Pinang, Sendeng Pukulan dan Kuningan. Selain atraksi pencak silat, kontingen Singapura juga menampilkan atraksi gamelan yang diperagakan oleh pesilat dari Nayaga Cimande.


Pesilat-pesilat Batam pun seperti tidak mau kalah. Mereka menampilkan berbagai atraksi yang tidak kalah menarik. Dari Perisai Diri ditampilkan peragaan teknik silat Minangkabau. Kilatan sepasang celurit pun menyambar ke berbagai penjuru pada saat peragaan oleh anggotanya. Diperagakan juga teknik olah pernafasan untuk menahan jeratan sabuk di leher yang pada saat bersamaan juga dihajar dengan tendangan dari depan dan belakang. Dari Merpati Putih ditampilkan atraksi mematahkan plat baja memakai tangan dengan menggunakan teknik olah pernafasan. Bahkan mayoritas peraganya adalah pesilat anak-anak dan ada seorang pesilat ibu-ibu yang rambutnya sudah mulai memutih. Dari Pagar Nusa ditampilkan atraksi debus dengan menusuk tangan menggunakan peniti dan batang kembang api yang kemudian dinyalakan, disusul dengan panjat tangga yang terbuat dari parang. Perguruan pencak silat dari Batam lainnya yang juga menampilkan atraksi yang tidak kalah menariknya diantaranya yaitu Persinas Asad, Setia Hati Organisasi, Budi Suci Melati, Elang Laut, Walet Puti, Himssi, Setia Hati Terate, Satya Sejati, Kera Sakti, Suci Hati, Pandawa, Bintang Surya dan Cempaka Putih.


Dalam sambutannya pada saat membuka acara ini, Syamsul Bahrum mengharapkan acara seperti ini semakin intens diadakan. Bahkan kalau perlu diadakan kompetisi pencak silat se-Asia Tenggara dengan Batam sebagai tuan rumah. Dirinya sangat mendukung digelarnya acara atraksi pencak silat. Menurutnya, pencak silat bukan sekedar olahraga saja melainkan juga sebagai tradisi yang syarat akan nilai-nilai spiritual dan kultural.


www.ipsibatam.co.nr

Minggu, Maret 15, 2009

MMA Terdahulu

Salam bagi seluruh pecinta seni bela diri!


Absen hampir 5 bulan lebih, akhirnya saya bisa kontribusi kembali di blog ini. Menjelang salah satu event yang cukup ditunggu-tunggu oleh kalangan seniman bela diri maupun pencinta olahraga MMA adalah event yang diadakan oleh rekan-rekan di klub Synergy Jujitsu bulan Mei nanti, yaitu Synergy Showdown; sebagai penggemar MMA saya ingin sharing sedikit tentang sejarah MMA Modern.

Harap dicatat bahwa tulisan ini diambil dari koleksi literatur saya, sehingga bilamana ada kesalahan mohon koreksi atau masukannya.

Menemukan Pankration

Pertama kali saya tiba di Los Angeles sekitar tahun 1985 saya ingat betul pertama kalinya saya dibawa ke toko "Martial Arts" di sekitaran daerah Berkeley oleh ayah saya. Untuk pertama kalinya saya terheran dengan begitu banyaknya peralatan, buku dan video yang dijual di toko tersebut.

Dari sekian banyaknya materi ada satu judul buku yang cukup unik dan "stand out" diantara materi video lainny yaitu buku yang berjudul "Mu Tau" The Modern Greek Karate
, buku ini tentu membuat saya kaget karena selama ini saya pikir hanya di Jepang yang ada Karate! (maklumlah saya masih bocah pada waktu itu) alhasil saya pun meminta ayah untuk membeli buku ini dan selama dua minggu berikutnya saya sering bangun pagi dan tidur malam membaca buku karangan Jim Arvanitis ini.

Di buku inilah pertama kalinya saya membaca tentang bela diri yang oleh orang Yunani disebut sebagai Pankration.

Bela diri yang dari gambar-gambar di buku mengingatkan saya pada pertandingan WWF (World Wrestling Federation) ternyata menggabungkan elemen pukulan, tendangan dan bantingan yang selama ini belum pernah saya liat.

Pengarang yang saya kenal lewat buku ini, seiring dengan waktu pelan-pelan mul
ai dikenal sebagai salah satu pioneer seni bela diri MMA di Amerika dengan rekor pertandingan yang mengesankan dan metode latihan yang ngga hanya tangguh tapi juga pada zaman itu cukup avantgarde dengan approach latihannya.

Bangkitnya Pankration

Ngga lama setelah meledaknya UFC di sekitar tahun 1993, beberapa klub di Amerika mulai mengajarkan seni Pankration, walaupun menurut Pak Arvanitis ada dua hal yang membedakan seni Pankration modern dengan yang asli yaitu:

1. Modern pankration menurut Pak Arvanitis adalah simulasi tempur dan konsep bela diri tangan kosong budaya Yunani, sehingga tentu banyak modifikasi yang dilakukan agar sistim ini bisa disebar ke khalayak umum seperti penggunaan baju untuk kompetisi (konon di zamannya para petarung Pankras akan bertarung tanpa sehelai baju!) dan tentunya teknik-teknik seperti mencolok mata, menggigit dll tidak diperbolehkan dalam modern pankration.

2. Teknik-teknik olahraga tinju dan gulat menurut Pak Arvanitis juga banyak yang diambil dari Pankration klasik dan walaupun teknik stand up dan ground fight sama-sama diperlukan dalam Pankration, Pak Arvanitis menyarankan atribut penting yang harus dimiliki seorang fighter adalah "Kemampuan beradaptasi dalam pertandingan", menurut dia: "Strategi utama adalah mengungguli lawan dengan kelebihan kita, menghindari kelebihan lawan sambil mengumpan kelemahan dia apakah di tingkat grappling atau striking" : Jim Arvanitis.


Dalam waktu dekat saya akan coba post beberapa video klip tentang Pankration, dan jika memungkinkan interview dengan Jim Arvanitis sendiri (Insya Allah).

Sampai jumpa dan selamat berlatih!






Senin, November 10, 2008

Safety Sparring for Real Skill Transfer


Terdorong oleh suatu “kecelakaan kecil” di dojo belum lama ini, saya kemudian tercetus untuk merumuskan beberapa hal seputar aktifitas sparring dalam latihan.

Issue ini sengaja saya angkat karena, setelah saya survey dan mendengar cerita dari rekan-rekan seniman bela diri dan praktisi pertahanan diri aspek safety dalam sparring masih cukup mengkhawatirkan, padahal kegiatan ini seharusnya menjadi bagian latihan yang “membangun” dan penting untuk dibina sebagai pembentukan teknis seni bela diri ybs, fisik, karakter, psikologis dan lain lain.

Berikut aspek-aspek safety atau keselamatan dalam melakukan aktifitas sparring, agar maksimal tujuan kegiatan ini, untuk memudahkan saya membuat singkatan atau akronim yang mudah di ingat yaitu COPS IN BMX :

  • Control: Aspek kendali diri ini saya rasa adalah aspek yang paling utama, karena singkat nya jika anda gemar melakukan suatu gerakan secara kecepatan penuh tanpa menghiraukan faktor keselamatan bagi uke atau teman anda, sudah tentu dalam waktu dekat tidak ada yg ingin berlatih dengan anda.
  • Protective Gear: Gunakan selalu alat pelindung jika anda hendak melaksanakan kegiatan sparring karena alat pelindung tidak hanya melindungi partisipan saat sparring, tapi dalam beberapa kasus juga bisa mengoptimalkan latihan sparring. Sebagai contoh ketika saya remaja saya sempat berlatih jiu-jitsu, dimana tempat latihan untuk Nage (atau bantingan) adalah aspal. Tidak adanya matras untuk berlatih pada saat itu membuat eksekusi teknik tidak bisa all out, sehingga saya sendiri pun harus sedikit menebak seandainya saya menggunakan teknik tersebut dalam kecepatan tinggi, “bagaimana” ending tersebut dll.
  • Safe environment: Setelah di dukung dengan atribut atau perlengkapan peralatan yang lengkap untuk sparring, lingkungan sparring pun harus dibuat se “nyaman” dan se “aman” mungkin agar proses sparring juga bisa berjalan maksimal. Tentu semua peralatan (gear) sparring tidak akan berguna banyak seandainya lantai dojo latihan anda sudah dimakan rayap dan rentan ambruk!
  • Intensity variation: Kecendrungan murid-murid baru adalah ingin “segera” melakukan satu teknik dalam kecepatan tinggi, padahal gerakan tersebut perlu di rekam terlebih dahulu agar bisa optimal saat eksekusi. Oleh karena itu, janganlah terburu-buru dalam melakukan suatu teknik saat sparring; lebih baik lagi buatlah dua atau tiga sesi sparring dimana untuk setiap sesi sparring terbagi dalam kecepatan yang berbeda – beda, selain juga baik sebagai varian sesi pemanasan, sesi ini juga baik untuk mencoba teknik yang lebih sulit yang umumnya susah di lakukan dalam kecepatan tinggi atau nyata.
  • Basics: Start with the basics, ingat dalam seni bela diri apapun mayoritas master-master atau ahli bela diri menjadi “ahli” karena menguasai teknik-teknik dasar.
  • Mistakes: Berlatih seni bela diri seperti halnya apapun dalam hidup adalah sebuah proses, dalam kebanyakan kasus satu proses “Self Discovery” sehingga penting untuk di ingat bahwa aktifitas sparring jangan terlalu di tekankan pada aspek menang atau kalah, tapi penting untuk di catat kesalahan atau details apa saja yang sempat terlewatkan saat sparring sehingga proses sparring menjadi learning tool & experience yang baik.
  • Explore strategy and weakness: Gunakan kesempatan sparring untuk meng “analisa” lawan anda, apa kelebihan nya, dimana ada kekosongan yang bisa anda manfaatkan untuk menggunakan satu teknik andalan anda. Kelemahan yang selama ini menjadi kekurangan anda juga bisa anda perbaiki, karena kekurangan yang terjadi saat “sparring” biasanya akan terlihat cukup “obvious” di mata instruktur.
Demikian pemaparan safety in sparring kali ini, selamat berlatih dan semoga bermanfaat

Salam pendekar dan salam kesatria!
Ueno

Jumat, Oktober 03, 2008

Eskrido

Eskrido adalah seni beladiri Filipina yang merupakan penggabungan Arnis-Eskrima, Aikido, dan Judo, juga system Jepang lainnya. Menampilkan gaya khas teknik arnis-eskrima yang digabungkan dengan kuncian-kuncian dan bantingan Jujutsu. Selain itu bisa juga diartikan sebagai Eskrima khas Doce Pares, Praktisi Eskrido biasa disebut sebagai “Eskridoist”, “Eskridistas” atau “Eskridonauts”.

Latar Belakang
Suatu saat pada th 1948, Ciriaco Cacoy Canete seorang guru di Sekolah beladiri Filipina Francis Academy di Balamban Cebu, Filipina, ditemui Domingo (dari Kepulauan Negros), Dengan tidak sungkan-sungkan Domingo memberitahukan keinginannya untuk satu pertarungan persahabatan dg Cacoy yang dikenal sebagai seorang eskrimador ulung, Saat sore hari Cacoy dan Domingo sepakat mengadakan pertarungan secara Espada Y Daga.

Senjata masing-masing adalah Stick Olisi (Rotan sepanjang 29 inci) yang dipegang tangan utama (kanan) dan pisau kayu (sepanjang 12 inci) di tangan support (kiri), Saling berhadapan dan berlaga dalam jarak rapat, bak gladiator keduanya menunjukkan keyakinan, keberanian, dengan manuver-manuver cepat pada kepiawaian permaianan senjata mereka dengan ketajaman mata untuk mencari celah-celah yang kosong.

Dalam pertimbangan kecepatan, ketepatan, refleks dan kepekaan, Cacoy mempunyai pertahanan yang ketat, serangan-serangan yang dilancarkan berlaju cepat. Gerakannya begitu menakjubkan, dalam melancarkan kombinasi berbagai sudut serangan olisi dan tusukan pisau, arah serangan pada bagian badan, kepala dan tangan. Perubahan-perubahan mendadak dalam timing dan manuver senjata.

Cacoy sangat terampil menebak pola pemikiran dan pola pergerakan cepat dari lawannya, dalam urutan tiga gebrakan cepat olisi dan pisau lawan terlucuti, Dengan memanfaatkan jeda pengambilan nafas pada pertarungan, Cacoy dengan cepat menyapu kaki, hingga membuat Domingo jatuh dengan keras ke matras yang keras.

Tetapi sebagai lawan yang cukup punya kemampuan, keberanian, kebulatan tekad dan keteguhan, Domingo kembali berdiri dan memberikan perlawanan, tetapi satu sapuan cepat memaksanya untuk kembali bergulung-gulung dilantai.

Pada akhirnya, setelah menyadari tiga kali berturut-turut dia harus tergeletak berhadapan dg sapuan-sapuan kaki cepat, dan selalu menemukan dirinya dengan punggung di lantai. Merasa bahwa perjuangannya dalam pertarungan hanya sia-sia melawan Cacoy, Domingo kehilangan semangatnya, dan memutuskan dengan tergesa-gesa untuk merapat mencari selamat ke arah tembok.

Cacoy, melihat sepintas di wajah lawannya tampak satu kebingungan, kemudian dia memutuskan untuk menyudahi lawannya dg serangan pamungkas dengan teknik lebih cepat dan dahsyat, kombinasi antara olisi dan pisau kayu. Tak pelak, Domingo segera melemparkan senjatanya ke lantai, dan segera mengangkat tangannya pertanda menyerah.

Pertarungan Cacoy dengan Domingo bisa dijadikan pertimbangan, dengan kombinasi teknik yang asing dalam eskrima dan membuat lawannya kalah telak dalam beberapa gebrakan adalah satu pertanda lahirnya satu style baru dalam Doce Pares Arnis Eskrima yaitu “ESKRIDO”

Kisah diatas hanyalah salah satu dari pertarungan yang tak terhitung banyaknya yang dialami oleh Cacoy semasa perkembangannya, Eskrido semakin dikenal di masa-masa th 1948 sampai 1956, Dimasa ini Cacoy lebih mendalami Kodokan Judo di Cebu City, Maret 1956 dibawah Yuichi Hirose (6th Dan), Cacoy menjadi wakil resmi pelatihan Kodokan Judo di Filipina.

Dengan usahanya yang tidak mengenal lelah, penuh kesabaran dan pengabdian. Cacoy berhasil meningkatkan kemampuan dan ketertarikannya dalam olah raga bergulat dan membanting ini, itu dibuktikan dg menjadi kompetitor kejuaraan Jodo dalam tingkat Daerah maupun tingkat Nasional, di Cebu City dan juga di Manila dari tahun 1959 sampai th 1963. Pada tahun 1957 Cacoy mendalami Gulat Bebas dan pada tahun 1963 resmi dibawah naungan Philippine Wrestling Association. Cacoy terus memperluas pengetahuan seni beladiri yang dia miliki, dengan belajar Kung Fu, Shorin Ryu (Okinawa) Karate, Shotokan Karate dan Aikido sampai 1971.

Setelah mempunyai dasar-dasar di beberapa system beladiri, Cacoy memusatkan perhatiannya untuk menggabungkan, menciptakan dan mengembangkan satu system yang baru, yang disebut sebagai “Eskrido”.


(diterjemahkan bebas dari: Eskrido@en.wikipedia)