• Feed RSS
0
0


tempat terbatas:
contact info: 012 526 2860
1

0
JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan pencak silat Indonesia PB IPSI akan menyelenggarakan Kejuaraan Dunia pencak silat di Padepokan IPSI TMII Jakarta Timur 12-18 Desember 2010. Demikian Wakil Ketua Umum PB. IPSI Bambang Rus Effendi di Jakarta Selasa (24/8).

Ditambahkan Bambang, kejuaraan tersebut akan diselenggarakan di Jakarta karena Samarinda yang semula siap menarik diri. "Hari Senin (23/8) kami telah melakukan rapat dengan Presiden Persilat Edy M. Nalapraya dan diputuskan Jakarta menjadi tuan rumah. Pada awalnya tahun2009, Samarinda

melalui walikotanya siap menggelar event tersebut, namun kalah dalam pilkada membuyarkan keinginannya untuk menjadi penyelenggara." ujar Bambang.

Sementara itu Presiden Persilat Edy M. Nalarapraya mengatakan dirinya menyambut baik event tersebut digelar di Indonesia. "Ini kesempatan baik bagi kita. saya harap kejuaraan dunia nanti dapat menjadi pencitraan Indonesia di mata dunia." kata Edy.

Pada kesempatan terpisah Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB IPSI Tafsil Rimsal menjelaskan menghadapi event dunia itu, PB telah menyiapkan 27 pesilat. " Kami telah menyiapkan para pesilat terbaik yang kini menjadi pelatnas Program Indonesia Emas Prima."

Saya harap mereka bisa menjadikan kejuaraan dunia sebagai ajang uji coba sebelum tampil di Sea Games."kata Tafsil. Soal target Tafsil menambahkan pihaknya menginginkan selain sukses menjadi penyelenggara juga bisa berhasil dalam hal prestasi. (Unk)

Sumber: klikp21.com
3
Trimakasih buat Bang Ochid untuk eBook-nya, semoga ini bisa menambah khasanah yang berharga buat Pecinta Seni Beladiri Indonesia.

***



Alhamdulilah, akhir nya eBook pertama saya selesai juga. eBook pencak silat ini berjudul BUNGA RAMPAI PENCAK SILAT, saya tujukan khusus nya bagi masyarakat umum yang ingin mengetahui apa dan bagaimana pencak silat. Bagi teman-teman penggiat silat, apalagi kalangan pendekar, tentu saja isi buku tidak terlalu diharapkan dapat menambah pengetahuan, sebab saya pun masih dalam tahap belajar. (Ochid - Aj)

DOWN LOAD GRATIS:
rasyid-aj.com atau www.waroengsilat.com
3
Aku sudah menjadi praktisi MA (Martial Arts) untuk beberapa waktu yang bisa kuingat, dan aku berharap bahwa aku akan selalu menjadi bagian didalamnya. Aku tidak pernah berharap untuk melihat sebuah komunitas diguncangkan oleh "cara MMA (Mix Martial Arts)". Satu hal yang kulihat pada masa ini adalah para peraktisi MA sudah mapan, praktisi yang sudah lama berlatih, mulai mempertanyakan apakah MA Tradisional harus dipertahankan bahkan masa yang akan datang, dimana dalam dunia MMA ADALAH RAJA.

Aku pernah melihat ada guru berpikir untuk meninggalkan MA yang ditekuninya, karena para muridnya hanya peduli tentang pertarungan di atas ring. aku mengerti bagaimana perasaan mereka. Banyak praktisi MA tidak suka melihat MA mereka menjadi olahraga, yang lain mempermasalahkan kurangnya spiritualitas, dan yang lain lagi merasa bahwa MA harus menjadi sesuatu yang berbeda. Aku benar-benar terkoyak oleh masalah ini. aku tidak tahu apa yang salah dengan MMA, selain dari penamaannya. Jika kita bisa mendapatkan kata "Martial Arts" dikeluarkan dari situ, aku berpikir akan ada anggapan yang berbeda di masyarakat. sayangnya aku benar-benar ragu bahwa nama MMA ini akan bisa diubah untuk saat ini (dan ketika itu dianggap bisa, aku tidak yakin bahwa itu HARUS dirubah - nama itu secara teknis memang akurat, bahkan jika digunakan untuk olahraga sekalipun).

Aku telah melihat banyak praktisi MA yang berpengalaman mempertanyakan apa gunanya mempelajari "MA Tradisional" lagi, karena tidak lengkap dan harus ada croos-training untuk mengejar segala kesenjangan, jadi mengapa tidak langsung masuk MMA saja? Terutama karena terlihat sangat efektif di atas ring. Aku pikir ini adalah SALAH SATU BENTUK KESALAH-FAHAMAN YANG LAIN. Kebanyakan aliran MA adalah aliran yang lengkap. Permasalah sebenarnya adalah bahwa (setidaknya di AS) mereka telah diturunkan standartnya, dan memiliki banyak teknik yang tidak diajarkan. Justru itu kita perlu membawanya kembali. Aku pasti tidak menyangkal bahwa cross-training memang bagus untuk praktisi MA, tetapi itu bukan harus sama seperti MMA. MMA melatih anda untuk hal tertentu - yaitu kompetisi. Tetapi pelatihan SENI BELA DIRI tidak (atau tidak harus - jika anda memang melakukan olahraga dan kemudian anda mungkin juga melakukan MMA itu tidak ada masalah).

Pada dasarnya apa yang akan terjadi adalah "MA Tradisional" akan menjadi kegiatan yang disesuaikan. Semua yang punya tujuan untuk olahraga atau untuk bertanding mungkin akan bermigrasi ke MMA. Jika anda membuka satu perguruan beladiri, ini bisa menjadi masalah besar. Entah anda akan mulai menawarkan MMA juga, atau menerima bahwa anda mungkin akan kekurangan peminat. Bagi para guru dan siswa, aku melihat ini sebagai kesempatan. Yaitu mendedikasikan diri untuk sepenuhnya mengeksplorasi aliran anda. Carilah sesuatu yang terlupa pada waktu-waktu yang lalu dan menghadirkannya kembali. Jadilah praktisi MA yang lebih baik dan berhentilah mencemaskan apa yang orang-orang MMA lakukan.


terjemahan dari:
The Decline of Traditional Martial Arts
by Damen Knight
"Gerakannya sederhana tapi mematikan..." Jakarta, kasakusuk.com

"Gerakannya sederhana tapi Mematikan..." Kalimat ini tercetus spontan dari mulut Nabila, finalis None Jakarte Utara 2010, saat berlatih Jurus Perempuan dari Perguruan Pencak Silat Gerak Gulung Budidaya selama tiga hari, sejak Sabtu hingga Senin (6 - 8/8) kemarin bersama Tangtungan Project dan rekan-rekan dari Perguruan Gerak Gulung Budidaya.

Tak mudah Bagi Tangtungan Project untuk mencari host bagi program dokumenter pencak silat tradisional ini. Tak banyak yang tertarik untuk mau menjadi host saat mengetahui bahwa program ini adalah mengenai pencak silat, dengan berbagai alasan mereka. Ada beberapa yang mau datang dan mencoba melihat bagaimana program ini sebenarnya, tapi kemudian menghilang tidak bisa dihubungi lagi.

Setelah diundur beberapa kali, di saat-saat terakhir akhirnya Tangtungan Project beruntung menemukan seseorang yang cocok dan tertarik menjadi host program ini. Nabila adalah seorang mahasiswi Arkeologi tingkat akhir Universitas Indonesia, mungkin hal ini pula yang menyebabkan ketertarikannya untuk mengetahui apakah sebenarnya pencak silat tradisional itu, apalagi setelah mengetahui bahwa Gerak Gulung Budidaya adalah salah satu amengan dari kerajaan Padjajaran.

Sangat menyenangkan bekerja dengan Nabila, tak ada satupun kata capai atau keluhan yang keluar dari mulutnya. Perempuan cantik ini tampak selalu bersemangat dan terus penasaran dengan jurus-jurus yang dilatihnya, setiap kali yang terlontar hanyalah kata-kata “kok bisa sih…?”

Beberapa kali di banting Nabila tidak pernah mengeluh dan langsung berdiri lagi. Bahkan lokasi pengambilan gambar yang sulit, menembus hutan kecil naik hingga ke puncak bukit, melalui sungai dengan batu-batu yang tajam tidak menyurutkan langkahnya, Nabila tidak pernah terlihat capai sekalipun. “Gile tuh perempuan…” tutur Eka Duyungson, salah satu rekan sambil berjalan terengah-engah. (arief baskoro/bam)


sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4986771